Burung Kaka Tua Asli Sumba

Posted: July 9, 2012 in Uncategorized

Tak hanya Komodo, Indonesia sebenarnya kaya akan satwa endemik yang layak dibanggakan dan perlu mendapat perhatian. Aneka jenis burung endemik di pulau Sumba,NTT, misalnya, kini populasinya terancam punah akibat perburuan liar. Perlu keterlibatan serius yang dilandasi rasa cinta dari berbagai kalangan untuk melestarikannya.
Di Sumba, beberapa tahun terakhir ada kelompok warga yang secara rutin menggelar patroli swadaya sebagai bentuk kepedulian. Pagi dan sore, dua kali dalam seminggu dan dalam jumlah yang tak tentu warga desa Manurara, Kecamatan Katiku Tana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah, yang tergabung dalam Kelompok Masyarakat Pelestari Hutan (KMPH) melakukan aksi patroli.
Tidak seperti lazimnya patroli yang kerap dilakukan oleh aparat polisi hutan dan pengelola Taman Nasional yang mengenakan atribut lengkap, seperti sepatu bot, seragam dan senjata. Warga di sana justru tak beralas kaki dan hanya mengenakan pakaian seadanya.

Kendati demikian, mereka tetap bersemangat mendaki dan menuruni bukit juga menyisir hutan guna mengawasi keberadaan satwa endemik khususnya burung endemik di sekitar desanya, yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Manupewu Tanadaru.
Jika menemukan aktifitas mencurigakan, mereka akan melakukan pendekatan persuasive, namun jika diabaikan, mereka mengaku tidak segan untuk mengambil tindakan tegas atas nama kelestarian dan kecintaan pada alam dan burung kebanggaan mereka. “Biasa sudah kami orang kampong jalan tidak pakai sandal. Kalau kami ketemu orang tebang hutan atau memburu burung, kami akan tegur namun jika melawan dan macam macam, apalagi mau main kasar, kami tebas,”jelas polos namun tegas, Umbu G. Radjang, Kepala Desa Manurara, kala ditemui ketika sedang berpatroli bersama anggota KMPH.

Bentuk lain kecintaan mereka pada satwa endemic, warga juga mengelola kandang penangkaran burung endemik Sumba. Belasan Nuri Bayan dan Kakatua Jambul Kuning Sumba, hasil sitaan, di rawat di kandang penangkaran mini di pinggiran hutan Taman Nasional.
Tak hanya di desa, kecintaan pada burung endemik/juga dilakukan oleh kelompok pemuda Wailiang di kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat. Keterbatasan peralatan dan dana tidak jadi halangan mereka untuk mensosialisasikan ragam seruan cinta lingkungan dan burung endemik/lewat radio Maraga FM/yang merupakan sebuah radio komunitas itu.” Kami setiap hari senantiasa menyuarakan kepedulian lingkungan hidup khsusunya penyelamatan Burung Endemik dari ancaman kepunahan. Kami memang penuh keterbatasan dalam modal, namun kami tetap bertekad untuk terus berjuang walau terkungkung keterbatasan,” tandas Yasser Ararafat, seorang penyiar senior di radio itu.
Adapun burung yang merupakan satwa endemic (khas atau tidak ada ditempat lain di dunia) itu diantaranya adalah Kakatua Jambul Kuning, Nuri Bayan, Julang Sumba, Punai Sumba, Walik Rawamanu, Sikatan Sumba, Burung Madu Sumba, Gemak dan Punggok Sumba, Serta Punggok Wengi.

Sumber : lamunde22.wordpress.com

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s